web analytics

Artikel

Satyam-Siwam-Sundaram Menuju Moksartam Jagadhita

Dharma Wacana

Oleh: Ida Begawan Dwija NS

Satyam – Siwam – Sundaram adalah tatanan kehidupan masyarakat yang taat beragama (Hindu), saling menyayangi, dan sejahtera.

 TAAT BERAGAMA HINDU (SATYAM)

  1. Keyakinan pada Panca Srada:

1.1.    Widhi Tattwa

Agama Pramana: Percaya pada Hyang Widhi karena mempelajari kitab-kitab suci.

Pratiyaksa Pramana: Percaya pada Hyang Widhi karena mendapat vibrasi kesucian sebagai hasil ketekunan meditasi.

Anumana Pramana: Percaya pada Hyang Widhi dari kesimpulan berdasarkan logika, unsur-unsur aktivitas, sebab-akibat, keharusan, kesempurnaan dan keteraturan.

Upamana Pramana: Percaya pada Hyang Widhi dari analogi berdasarkan perbandingan unsur-unsur metafora (penciptaan), struktural (bahan ciptaan) dan kausal (akibat dari suatu sebab).

(continue reading…)


PANCA SRADDHA LIMA KEYAKINAN UMAT HINDU

Dharma Wacana pada Hari Purnama, Kamis, tgl 27 Mei 2010

Di Pura Agung Jagat Karana Surabaya

oleh: Prof. I Made Londen Batan

(Ketua I PHDI Kota Surabaya)

Ratu Pandita Lanang Istri yang saya sucikan,

Para Pinandita Lanang Istri yang saya sucikan,

Ibu bapak umat hindu yang saya hormati,

adik-adik kecil, siswa dan mahasiswa yang saya banggakan.

Sebelum saya menyampaikan dharma wacana, ijinkan saya pada hari yang berbahagia ini – pada Persembahyangan Purnama malam ini – menyampaikan penganjali umat:

Om Swastyastu,

PENDAHULUAN

Tujuan Hidup Umat Hindu adalah moksartham jagadhita – kesejahteraan dan kebahagiaan yang abadi. Kesejahteraan – sifatnya duniawi (jagat), artinya sesuatu yang bisa diukur. Misalnya sejahtera dikatakan dengan mempunyai mobil mewah, punya hotel, rumah mewah dll, yang sifatnya duniawi. Sedangkan bahagia, sangat sulit diukur, misalnya ada keluarga kecil kelihatan bahagia setelahbisa membelikan anaknya sebuah sepeda, bahkan ada yang nampak bahagia, karena bisa makan hamburger di Mc Donald. Artinya kebahagiaa itu sangat sulit diukur. Bagaimana kita bisa mencapai tujuan hidup tersebut, para resi kita menyusun sebuah tuntutan hidup (way of life) – yang disebut sebagai Panca Shraddha, yang artinya lima keyakinan untuk mencapai moksa, atau sering disebut sebagai lima dasar agama Hindu. Apa saja Panca Shraddha tersebut, dan bagaimana menjalankannya, agar tujuan hidup – bersatunya Atman dengan Brahman, sehingga manusia terlepas dari ikatan duniawi, terlepas dari kelahiran kembali, bebas dari belenggu hidup dstnya.

(continue reading…)


INTERNALISASI DHARMA (Yadnya) JALAN MENUJU KEBAHAGIAAN ABADI

(Path to The God, Jalan Menuju Tuhan)

oleh :

Dr IGK Paridjata Westra, M.Agr.S., M.Agr.Sc., DVM

(Litbang PHDI – Surabaya)

LATAR BELAKANG

Kita, khususnya masyarakat Hindu di Jawa Timur sangat sedih dan prihatin mengamati berbagai fenomena yang terjadi di Bali. Bali bukan lagi Bali yang dulu lagi, yang dahulu indah alamnya, dan lestari budayanya, damai (canti) dan toleran masyarakatnya, dll. Alam dan manusia seolah sangat erat bersahabat, dan kejujuran (satyam) terpancar dari gerak dan tingkah laku tutur kata kehidupan masyaraknya.

Namun Bali kini sedang diselimuti berbagai masalah, tantangan sangat komplek, sehingga seolah sukar diurai ujung pangkalnya. Mari perhatikan hal-hal berikut :

A.   Parahyangan :

1.    Banyak sudah umat kita yang secara sadar telah meninggalkan keyakinannya. Hal ini sungguh sangat memprihatinkan dan menyedihkan (Kenapa???)

2.    Beberapa tempat ibadah (pure) sudah tidak terurus dan ada yang digusur

3.    Sementara umat yang ada di luar Bali sangat sulit untuk membangun rumah ibadah

4.    Rumah ibadah non-Hindu semakin banyak.

(continue reading…)


Makna Ajaran Dharma dari Sang Hyang Aji Saraswati dalam Kehidupan Modern

Catur Widya Sesana

Darma Wacana Hari Suci Saraswati

Pura Agung Jagat Karana, Surabaya 3-1-2009

Oleh: Prof. Ir I Nyoman Sutantra MSc. PhD

(Ketua Walaka PHDI Prov. Jatim)

Om Swastyastu,

Mari kita bersama-sama pada Hari Saraswati yang kita sucikan ini, di Utama Mandala Pura Agung Jagat Karana yang kita sucikan memanjatkan Puja Astung Karah, Parama Astuti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena atas asung kerta wara nugraha Nya kita semua masih diberi kesempatan untuk ngaturang pedek bhakti, kita masih diberi kesempatan untuk hidup dengan tuntunnan ajaran Sang Hyang Aji Saraswati.

Selama 210 hari kita umat Hindu telah mendapat pencerahan dan tuntunan hidup dari ajaran Sang Hyang Aji Saraswati untuk melawan segala godaan, ancaman kehidupan baik yang datang dari dalam diri dan dari luar diri kita. Tentunya sebagian dari kita dapat dengan teguh dan santun melawan segala godaan tersebut, namun juga banyak dari kita justru terjebak dan terbelenggu dari berbagai macam godaan kehidupan tersebut. Banyak yang sangat menderita akibat belenggu dari godaan tersebut namun walau hanya sedikit masih ada pula yang justru sangat menikmati godaan tersebut, yang tentunya nikmat tersebut hanya bersifat sementara. Godaan dan ancaman hidup di jaman modern ini sangat beragam dan menggiurkan yang sangat menjebak dengan segala cara menggrogoti pikiran, perkataan dan perbuatan manusia bagaikan virus ganas yang mengganggu kesehatan moral, spirituar dan material dari manusia. Hanya mereka yang masih teguh memegang jalan Dharma dengan mengikuti ajaran Sang Hyang Aji Saraswati yang akan dapat melawan godaan dan ancaman dalam kehidupan dengan cerdas, bijak dan santun untuk menuju kehidupan yang rukun, damai dan sejahtera atau Moksartham Jagadita Ya Ca Iti Dharma.

(continue reading…)


Konflik Umat Hindu, No Way !!!!

Om Swastiastu Mohon maaf sebelumnya atas subjeknya yang keras. Saya rasa, inilah saatnya kita umat Hindu di akar rumput untuk segera mengambil sikap.  Hal ini mengingat dalam pengamatan saya, beberapa oknum Pengurus Parisadha dari kedua belah pihak terlalu menuruti emosi. Padahal mereka semua adalah orang yang berpendidikan, dan dari segi usia sudah tidak bisa dibilang muda lagi.Tidakkah mereka sadar bahwa sebagian besar masyarakat hindu di akar rumput kita itu belum siap untuk mendengar perang statemen di mass media. Mungkin bagi mereka, itu hanya sebagai permainan perang kata-kata atau urat syaraf, tp tidakkah mereka sadar apa pengaruhnya bagi umat di akar rumput????

(continue reading…)


Mengapa Orang Bali Gampang Pindah Agama ?

Diskusi tentang “Muhammad Kadek Rihardika bin Ketut Pandika” sekalipun terlihat main-main saja, sebenarnya mengandung dua pertanyaan yang cukup menarik. Mengapa orang Bali relative mudah pindah agama? Dan apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya? Sudah ada penelitian tentang orang-orang Bali yang pindah ke Kristen di Bali, dilakukan oleh Drs Nyoman Wijaya, dosen sejarah di Faksas Unud, untuk thesis S2. Penelitian ini dan hasilnya diterbitkan berupa sebuah buku tebal, dibiayai oleh sebuah Yayasan Kristen di Bali. Saya belum membaca buku tersebut. Menurut Pak Made Titib ada 7 atau 9 hal yang menyebabkan orang-orang Bali pindah ke agama Kristen. Sebab yang utama adalah masalah kemiskinan, masalah ekonomi. Sebab-sebab yang lain, adalah adat, kasta, agama (ini tidak menunjukkan urutannya) dll

(continue reading…)


  • PHDI Shout Box

    Your Shout
  • Jumlah Kunjungan

    Website counter

  • Copyright © 1996-2010 PHDI Surabaya. All rights reserved.
    iDream theme by Templates Next | Powered by WordPress